Ayam Bakar Mas Mono, Masuk Kampung Bidik Kalangan UKM

SeputarUMKM - Kuliner Indonesia 'Ayam Bakar Mas Mono' (ABMM) terus memperluas pasar. Setelah Go International ke Malaysia di tahun 2012, kini ABMM merambah pasar dengan membuat paket investasi ABMM Express. ABMM Express Adalah konsep bisnis ayam bakar dengan menggunakan movable booth (gerobak). Di bawah bendera PT. Panen Raya Indonesia, ABMM Express hadir untuk membidik sektor UKM (Usaha Kecil Menengah).

‘’Nilai investasi yang ditawarkan pun relatif terjangkau, dengan hanya Rp 70 juta, anda sudah dapat menjadi pengusaha Ayam Bakar Mas Mono’’ ujar  Danang Bagus PS, General Manajer PT. Panen Raya Indonesia kepada Harian Terbit, di Jakarta, Senin (28/4).

Melalui program ini, Panen Raya ingin menawarkan paket investasi franchise dengan harga murah dan konsep yang mudah untuk dikerjakan. Sehingga seluruh masyarakat yang ingin memiliki bisnis dengan konsep franchise, dapat menjalankan bisnis ini dengan mudah dan murah, yang menjadikan sistem investasi ini menjadi sistem investasi dengan perhitungan BEP ( Break Even Point ) relatif cepat dari konsep sebelumnya.

‘’Kemitraan ini baru dibuka tahun ini untuk membuka kesempatan pada mitra yang ingin berinvestasi tetapi tidak memiliki modal yang besar dengan system yang telah teruji. mengingat konsep ABMM Express yang simple sehingga memudahkannya untuk dipindah pindahkan hingga sampai ke pelosok,’’ ujarnya.

Melalui paket ini, lanjutnya, ABMM menargetkan dapat menghadirkan 50 booth (gerobak) hingga akhir tahun 2014. ‘’investasi ini pun memiliki fasilitas yang sama dengan yang tipe resto ( Stand alone ). Mulai dari survey lokasi, pelatihan karyawan, peralatan dan bahan baku awal sampai dengan grand openingnya,’’ kata Danang.

Waralaba Ayam Bakar Mas Mono yang bermarkas di Jalan Raya Tebet, Jakarta Selatan. Agus Pramono, atau yang biasa dipanggil Mas Mono, benar benar merintis usaha ayam bakar mulai dari bawah. Sebelum sukses, ia harus berjuang dahulu berjualan keliling dengan mempergunakan gerobak, bahkan tempat ia berhenti untuk berjualan sempat digusur paksa pihak yang terkait.

"Dulu saya adalah PKL yang dorong gerobak. Sempat pula digusur saat jualan di depan sebuah kampus di Jakarta karena mau dibangun pom bensin," kata Mas Mono.

Mas Mono sudah berjualan ayam bakar sejak tahun 1994 atau sekitar 20 tahun yang lalu. Kegigihannya akhirnya membuahkan sukses besar, kini ia tinggal memetik hasil dan mengendalikancabang restoran ayam bakar yang memiliki nama sama dengan panggilannya, Mas Mono. "Saat ini sudah ada 64 cabang ayam bakar Mas Mono dengan 1.000 karyawan," kata Mas Mono.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, 'Ayam Bakar Mas Mono' merupakan salah satu kategori waralaba lokal yang berkembang cukup pesat. Pada tahun 2013 Ayam Bakar ini membuka 17 gerai atau outlet yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dengan adanya kemitraan bersama investor Malaysia dengan konsep Master Franchise, Mas Mono berharap rumah makannya semakin disukai orang banyak, tapi tetap dengan standar dan rasa yang sama di setiap gerainya, dan semakin dikenal di luar negeri.

"Saya ingin semua cabang ataupun Franchise dimanapun mempunyai rasa, pelayanan, standar dan SOP-nya sama," tegas bapak yang memiliki hobby modifikasi motor ini.

Bagaimana anda tertarik mengikuti sukses Mas Mono? Silakan datang  ke Gedung Graha Baba Rafi, Jl. RS. Fatmawati no. 33, Pondok Labu - Jakarta Selatan, Telp. 021-75900055 / 021-7500505, untuk menjadi pengusaha ayam bakar.[harianterbit]

0 Response to "Ayam Bakar Mas Mono, Masuk Kampung Bidik Kalangan UKM"